Jumat, 14 September 2012

RESISTOR


RESISTOR

Resistor adalah suatu komponen listrik / alektronika yang berfungsi sebagai penghambat arus listrik.
Resistor ada 2 jenis yaitu : Resistor tetap (fixed) dan resistor tidak tetap / dapat berubah nilainya ( variable )

Resistor tetap
Merupakan suatu jenis resistor yang memiliki nilai hambatan tetap / nilai hambatannya tidak dapat berubah.
Simbol resistor tetap

Contoh bentuk resistor tetap

Satuan hambatan listrik dinyatakan dalam satuan ohm ( Ω ).
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur hambatan suatu resistor adalah ohm meter.

Pada aplikasi rangkaian resistor sangat berperan penting untuk mengatur arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian.

Dengan mengacu pada rumus dasar yaitu :


Dimana V adalah tegangan listrik, I adalah arus listrik dan R adalah hambatan listrik dapat disimpulkan bahwa besar atau kecilnya arus listrik yang mengalir bergantung pada besar atau kecilnya hambatan yang ada. Semakin kecil hambatan listrik maka arus listrik  yang mengalir akan semakin besar dan sebaliknya semakin besar hambatan listrik maka arus listrik yang mengalir pada rangkaian semakin kecil.
          Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor, yaitu dengan melihat dan menghitung nilai yang ditunjukkan berdasarkan kode warna cincin yang ada.


Contoh cara membaca kode warna cincin resistor yang memiliki 4 warna   :
1.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
merah-ungu-merah-emas
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 27 x 10² = 2700 Ω 5%, atau 2,7KΩ 5% atau 2K7Ω 5%
2.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
Orange-putih-oranye-emas
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 39 x 10³ = 39000 Ω 5%, atau 39KΩ 5%
3.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
Coklat-Hitam-Coklat-emas
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 10 x 10= 100 Ω 5%,
4.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
Coklat-Hitam-Hitam-emas
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 10 x 1= 100 Ω 5%,
5.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
Coklat-Hijau-emas-emas
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 15 x 0.1= 1.5 Ω 5%,

Untuk cincin ke 4 ( pada resistor dengan 4 warna ) merupakan angka toleransi artinya resistor akan memiliki nilai toleransi sesuai warna yang dimiliki. Misalnya warna emas berarti resistor akan memiliki nilai toleransi sebesar 5%. Dalam aplikasinya, misalnya resistor dengan warna Coklat-Hitam-Coklat-emas jika dilakukan pengukuran menggunakan Ohm meter akan memiliki nilai antara 90Ω sampai dengan 110Ω. Jika nilai hasil pengukuran menunjukkan angka kurang dari 90Ω atau lebih dari 110Ω maka resistor tersebut dalam kondisi rusak.

Cara membaca kode warna cincin resistor yang memiliki 5 warna sebenarnya sama dengan membaca pada resistor dengan 4 warna, hanya ditambah satu lagi cincin pada amgka sebenarnya sedangkan pada cincin ke 5 merupakan nilai toleransi.
Berikut contoh membaca cincin pada resistor yang memiliki 5 cincin   :
1.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
merah-hitam-hitam-merah-coklat
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 200 x 10² = 20000 Ω 1%, atau 20KΩ 1% 
2.    Warna cincin sebuah resistor berturut-turut adalah      :
Coklat-Hitam-Hitam-Hitam-Coklat
Maka nilai hambatan resistor adalah       : 100 x 1 = 100 Ω 1%

Demikian juga untuk resistor khusus 6 warna. Pada resistor ini pembacaan nilai hambatan sama dengan pembacaan pada resistor dengan 5 warna hanya ditambah angka koefisien suhu pada cincin ke 6.
          Selain toleransi, resistor juga memiliki batas daya maksimum. Daya transistor adalah 0.25W, 0.5W, 1W, 2W, 5 W dan sebagainya. Pemilihan daya pada resisitor disesuaikan dengan posisi tempat resistor digunakan.

Selain resistor dengan kode warna untuk menunjukkan nilai hambatannya, beberapa jenis resistor menggunakan angka-angka untuk menunjukkan nilai hambatannya misalnya jenis smd yaitu resistor memiliki daya yang sangat kecil digunakan pada aplikasi rangkaian digital maupun jenis resistor yang memiliki daya besar atau lazim disebut resistor daya (digunakan pada rangkaian elektronika daya maupun rangkaian listrik dengan daya besar).


Resistor SMD pada sebuah rangkaian elektronik

Bentuk fisik resistor SMD

Cara membaca kode angka pada resistor

Contoh resistor dengan daya 5 W, 10W
Contoh resistor dengan daya besar 

Untuk menetukan nilai hambatannya adalah sebagai berikut :
a.Untuk kode 3 digit : digit pertama dan kedua adalah angka sesungguhnya (default) sedangkan digit ketiga adalah pengali (multiplier). Contoh resistor dengan kode 223 maka nilai hambatannya adalah 22 x 1000 = 22.000 ohm atau 22K. 
b.Untuk kode 4 digitdigit pertama, kedua dan ketiga adalah angka sesungguhnya (default) sedangkan digit keempat adalah pengali (multiplier). Contoh resistor dengan kode 8202 maka nilai hambatannya 820 x 100 = 82.000 ohm atau 82K. 
Untuk kode J adalah nilai toleransi 5% dan kode K adalah nilai toleransi 10%


Resistor Variabel
Merupakan suatu resistor yang dapat berubah nilainya baik berubah karena factor mekanis ( potensiometer, trimpot ), factor cahaya (LDR), perubahan suhu (NTC dan PTC) .
Potensiometer dan trimpot merupakan resistor yang nilai hambatannya dapat berubah secara mekanis ( diputar ).

Simbol potensiometer

Simbol trimpot (trimer potensiometer)

Berbagai bentuk potensiometer             Berbagai bentuk trimpot

LDR ( Ligt Dependent resistor ) merupakan sebuah resistor yang nilai hambatannya akan berubah karena factor cahaya. Jika cahaya yang mengenai LDR berintensitas tinggi maka nilai hambatan LDR akan menurun sedangkan jika intensitas cahaya yang mengenai LDR menurun maka nilai hambatan LDR akan naik atau bertambah tinggi.

Simbol LDR

Berbagai bentuk LDR

NTC ( Negative Temperatur Coefisien ) merupakan resistor yang akan berubah nilai hambatannya karena factor suhu. Jika suhu turun maka hambatannya akan naik dan jika suhu naik maka hambatannya akan turun. Sebaliknya PTC (Positive temperature Coefisien) merupakan resistor yang akan berubah nilai jika suhu turun maka hambatannya akan turun dan jika suhu naik maka hambatannya akan ikut naik. NTC dan PTC disebut juga thermistor (thermal resistor)

Simbol NTC dan PTC

Bentuk thermistor NTC dan PTC
 









                                                         



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...