Sabtu, 15 September 2012

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)


OVER LOAD (TOR)
          Over Load atau disebut dengan thermal relay atau thermal overload relay (TOR) adalah komponen pada instalasi tenaga listrik yang berfungsi sebagai pengaman instalasi terhadap beban lebih. Cara kerja overload adalah dengan memanfaatkan pelat bimetal yang akan memutus jika terjadi arus listrik melampui batas kapasitasnya.Prinsip kerja ini hampir sama dengan cara kerja pada MCB untuk mengamankan arus lebih yang mengalir pada instalasi penerangan maupun tenaga ( motor ).


Simbol overload


Bentuk-bentuk thermal overload relay


Penyambungan TOR dengan MC

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa 3 kaki utama pada overload dihubungkan  ke sumber sumber tegangan 3 fasa melalui magnetic contactor dan 3 kaki utama lainnnya dihubungkan ke terminal motor 3 fasa. Pada over load terdapat kontak NO yaitu kaki 97-98 dan NC pada kaki 95-96.


Cara kerja Thermal Overload Relay


Bagian-bagian Thermal Overload relay


Jika terjadi beban lebih pada motor maka arus akan meningkat dan memutus bimetal. Maka kontak NO dan NC pada overload juga bekerja. Kontak NC digunakan untuk memutus rangkaian control yang mengendalikan Magnatic contactor. Dengan terbukanya kendali ke Magnetic contactor yang mengendalikan rangkaian utama maka motor akan berhenti bekerja. Sedangkan kontak NO dapat dihubungkan dengan lampu indicator terjadinya beban lebih pada rangkaian.
Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan ekonomis, yaitu:
1.    Pelindung beban lebih / Overload
2.    Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance
3.    Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.

Karakteristik TOR
1.    Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit.
2.    Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus yang dikehendaki untuk digunakan.
3.    Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di bagian depan.
4.    Indikator trip
5.    Mampu bekerja pada suhu -25 °C hingga +55 °C atau (-13 °F hingga +131 °F)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...