Selasa, 18 September 2012

SENSOR INFRAMERAH


Adalah rangkaian elektronik  yang menggunakan cahaya tak tampak sebagai input maupun sebagai media transmisi data input untuk menggerakkan output. Cahaya yang digunakan adalah infra merah.

Contoh rangkaian 1 


Pada rangkaian diatas menggunakan IC dual tone NE555 untuk mengeluarkan frekwensi antara 30 s.d 48 Khz (seting melalui VR 1K). Frekwensi ini akan dipancarkan melalui LED infra merah. Jarak pancaran efektif luru tanpa halangan berkisar antara 8-10 meter. Untuk menambah daya pancar dapat menambah IR LED lagi dengan cara dipasang seri dengan IR LED pertama.


Contoh rangkaian 2


Rangkaian penerima infra merah (IC 1) menggunakan modul penerima infra merah yang umum digunakan untuk TV, VCD dan sebagainya. Untuk beban LED dapat ditambah dengan Buzzer. Rangkaian ini terutama digunakan untuk remote control tester.

Rangkaian 3

Pada rangkaian 3 menggunakan modul penerima infra merah yang umum dijual dipasaran sebagai penerima infar merah, kemudian output data modul diumpankan ke IC CD 4017 yang merupakan jenis IC decimal counter yang memiliki 10 output decimal dan 1 output carry out .IC difungsikan sebagai pengunci. Pada rangkaian ini memanfaatkan 1 output untuk mengendalikan relay driver. Relay driver mengendalikan beban listrik lain misalnya lampu pijar dll.Untuk beban listrik yang digunakan harus menyesuaikan dengan kemampuan kontak pada kaki relay. Input infra merah dapat berasal dari rangkaian yang dibuat seperti rangkaian 1 atau memanfaatkan remote control yang sudah ada dipasaran.

Contoh Rangkaian 4 




Hampir sama dengan rangkaian penerima sebelumnya, pada rangkaian ini masih menggunakan IC 4017 dengan versi rangkaian yang berbeda. Fungsi rangkaian sama yaitu mengendalikan beban lampu pijar AC menggunakan remote control yang umum dipakai pada TV,VCD,AC dan sebagainya.

Contoh Rangkaian 5

Rangkaian Pemancar IR

Rangkaian Penerima IR
Pada rangkaian ini, kita dapat mengendalikan 10 output yaitu SP1 sd SP5 dan HP1 s.d HP5. Otak dari pemancar menggunakan IC TC9148 dan IC TC9149 sebagai otak pada penerima. SP1 s.d SP5 akan mengeluarkan tegangan positif jika selama tombol remote control ditekan. HP1 s.d HP5 akan mengeluarkan tegangan berupa pulsa satu detak meskipun tombol ditekan terus. Output dari SP1 sd SP5 dan HP1 sd HP5 dapat dihubungkan langsung dengan driver. Dapat juga dipasang IC 4017 sebagai pengunci agar beban yang dikendalikan misalnya lampu pijar dapat menyala jika tombol remote control ditekan dan lampu pijar padam jika tombol remote control ditekan kembali. Teknik menggunakan IC 4017 dapat dilihat pada rangkaian 3 dan 4, dimana masing-masing output dari rangkaian penerima dihubungkan dengan kaki no 2 pada IC 4017. Untuk 10 output membutuhkan IC 4017 sebanyak 10 buah.   

Contoh Rangkaian 6




Pada rangkaian 6 menggunakan jenis IC HT12A sebagai encoder yang memiliki 8 bit alamat dan 4 bit data. Sebagai penerima menggunakan IC jenis HT12D sebagai decoder yang memiliki 8 bit alamat dan 4 bit data. Rangkaian ini dapat digunakan untuk mengendalikan 4 buah beban. Agar dapat saling berkomunikasi maka alamat pada pemancar dan penerima harus sama yaitu dengan cara melakukan seting dip switch pada tiap-tiap rangkaian.Sehingga jika kita membuat beberapa rangkaian yang sama, dengan melakukan penyetingan pada tiap pasang rangkaian akan membuat rangkaian tidak saling menganggu satu dengan lainnya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...