Jumat, 14 September 2012

KAPASITOR / CONDENSATOR

Kapasitor / Kondensator
          Kapasitor merupakan komponen elektronika / listrik yang tersusun atas dua plat konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator ( penyekat ). Isolator atau penyekat ini merupakan bahan dielektrikum ( bahan kimia elektrolit ).

          Sifat dan fungsi kapasitor antara lain :
1.    Menyimpan arus listrik
2.    Menahan arus listrik DC
3.    Meloloskan arus listrik AC
4.    Sebagai penala gelombang pada pemacar atau penerima radio
5.    Peredam bunga api pada saklar

Kapasitor Tetap
Kapasitor ada 2 jenis yaitu polar ( memiliki kutub positif dan negative ) dan non polar ( tidak berkutub ). Untuk jenis polar atau berkutub dalam pemasangan pada rangkaian tidak boleh terbalik, karena dapat menyebabkan rangkaian tidak berfungsi serta kapasitor akan rusak. Sedangkan untuk jenis non polar pemasangan kaki pada rangkaian dapat dibolak balik posisinya.
                              
        Simbol kapasitor polar                
Simbol kapasitor non polar

Bentuk kapasitor polar / ELCO (electrolyte Condensator )

Bentuk kapasitor non polar

Berdasarkan bahan pembuatnya kapasitor terdiri atas : keramik, kertas, mika, tantalum, elektrolit, udara maupun milar. Untuk menentukan nilai kapasitas kapasitor yaitu dengan membaca kode yang tertera pada badan komponen tersebut. Sebagai contoh untuk ELCO dengan data 220uF/16V artinya kapasitas kapasitor atau kemampuan menyimpan muatan listrik adalah 220 mikro Farad dengan tegangan kerja maksimal adalah 16 Volt DC. Perlu diperhatikan tegangan kerja pada kapasitor, jika pada rangkaian membutuhkan kapasitor dengan tegangan kerja 12V maka kapasitor tidak boleh diganti dengan tegangan kerja dibawah 12 V. hal ini akan menyebabkan kapasitor akan rusak.

Cara membaca Kode Capasitor
Untuk kapasitor dengan kode warna, maka cara pembacaan sama dengan cara membaca kode warna pada resistor, hanya satuan yang digunakan adalah pF (piko Farad). 
Capasitor dengan kode warna 

Tabel Capasitor

Contoh sebuah capasitor dengan kode warna Kuning-Ungu-Kuning-Hijau maka nilai kapitasnya adalah :47 x 10.000 = 470.000 pF (piko Farad) atau 470 nF (nano farad) atau 0,47 uF (micro Farad) dengan toleransi 5%.


capasitor non polar dengan kode 104

Untuk kapasitor yang memiliki kode angka pembacaan juga mirip dengan pembacaan resistor.
Sebagai contoh pada kapasitor dengan kode angka 502K

Maka nilai kapasitas kapasitor adalah 5000 pF dengan toleransi 10%. 5000pF dapat juga ditulis 5nF karena ;
1 F (Farad)             = 1.000.000µF ( mikro Farad)
1 µF                       = 1.000 nF (nano Farad )
1 nF                       = 1.000 pF ( piko Farad )
 Cara pembacaan ini berlaku untuk semua kode kapasitor.

Kapasitor Variabel
Selain jenis kapasitor yang nilainya tetap, kapasitor juga ada yang berbentuk variable artinya kapasitas kapasitor dapat diubah-ubah. Kapasitor ini disebut dengan VC / Varcap ( Variable capasitor ) atau Varco ( Variable Condensator ). Salah satu aplikasi kapasitor variable adalah pada rangkaian penala gelombang. Untuk dapat menangkap frekwensi radio dari pemancar maka pada rangkaian penala gelombang pada penerima radio harus dibangkitkan frekwensi yang sama dengan frekwensi dari pemancar dengan cara mengubah-ubah nilai kapasitor. Jika nilai frekwensi dari pemancar sama dengan frekwensi dari penala penerima radio maka akan terjadi resonansi ( memancarnya dua buah sumber frekwensi yang menghasilkan frekwensi yang sama )

Simbol variable condensator

Bentuk kapasitor variable












4 komentar:

  1. Trims atas kunjungannya.Mohon kritik dan saran demi perbaikan isi yang ada.Salam.....

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Thanx kunjungannya. Kritik , saran demi perbaikan kami nantikan...

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...